CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS �

Minggu, 28 Juni 2009

Eminem Kecanduan 'Treadmill'

Setelah berjuang cukup lama untuk mengatasi kecanduannya pada alkohol dan narkoba, kini Eminem mengaku punya masalah baru dan masih tak jauh dari soal kecanduan. Eminem mengaku kecanduan menggunakan treadmill dan ia tak bisa menghentikannya.

Pasca kematian Proof, rapper teman baiknya, Eminem memang lantas menarik diri dari publik dan menyendiri. Kematian Proof ini telah menjadi sebuah beban berat buatnya dan ia mulai menggunakan obat penenang untuk meredakan rasa gelisahnya. Ia bahkan sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya saat itu.

Setelah lama berusaha melawan rasa sedihnya, Eminem berhasil meninggalkan obat-obatan itu dan berusaha menyibukkan diri dengan berolahraga. Celakanya, kebiasaan barunya ini malah menjadi obsesi yang tak bisa ia hentikan. "Saya sempat menyibukkan diri dengan menggunakan treadmill. Sekarang saya merasa bahwa kebiasaan itu malah menjadi sebuah obsesi. Awalnya saya hanya melakukan sekitar dua mil saja tiap harinya lalu itu meningkat menjadi empat, enam, sepuluh, lima belas dan bahkan tujuh belas mil tiap harinya. Saya tak bisa menghentikannya," papar Eminem seperti diberitakan ContactMusic. (cnm/roc)

Iwan Fals: Teruslah Bernyanyi di Surga Jacko!

Kematian King of Pop ternyata juga menyedot perhatian Iwan Fals. Musisi yang dijuluki The Immortal oleh majalah Rolling Stone itu mengungkapkan bela sungkawanya saat melakukan konser bertajuk Tertawa itu Sehat, Narkoba itu Jahat di Panggung Kita, Cibubur, Sabtu, (27/06).

"Sungguh saya tidak menyangka dalam usia 50 tahun Jacko telah pergi. Memang dibutuhkan stamina yang kuat untuk bisa beraksi panggung seperti dia," katanya. Dia menyebut Jacko sebagai penyanyi yang selalu total dalam setiap kesempatan. "Kalau saya disuruh nyanyi sambil joget seperti dia, bisa ngos-ngosan," kelakarnya.

Untuk memberi penghormatan kepada Jacko dia mengajak ratusan fans OI yang hadir dalam konser bulanan itu untuk mendoakan Jacko bersama-sama. "Kalau saya jadi dia, jelas saya tidak sanggup. Belum apa-apa sudah dipotret, dibuntuti kamera ke mana-mana," tutur Iwan

Iwan Fals menyebut perhatian media kepada Jacko benar-benar besar.

Akibatnya Jacko tidak memiliki ruang privasi. Dia berharap para fans OI tidak memperlakukannya secara berlebihan. "Duh jangan sampai dicubitin, dibuntuti setiap kali keluar rumah. Capek deh," ungkapnya.

Dia berharap Jacko bisa menemukan kebahagiaan di alam keabadiannya. "Teruslah bernyanyi di surga Jacko!" katanya sampai diikuti gemuruh tepuk tangan penonton. (kpl/uji/bee)

Rabu, 27 Mei 2009

Green Day Sopan, Kaiser Chiefs Heran

Band asal Leeds, Inggris, Kaiser Chiefs, baru-baru ini mengakui jika mereka baru saja belajar banyak pada Green Day mengenai cara berperilaku dalam tur.

"Mereka biasa saja, jauh dari kesan dibuat-buat, kami kira mereka akan ugal-ugalan saat menjalani tur, ternyata kami salah," ungkap drummer Kaiser Chiefs, Nick Hodgson

Kaiser Chiefs memang berkesempatan untuk tur bareng dengan Billy Joe Armstrong dan kawan-kawan, saat kedua band beda generasi tersebut dijadwalkan manggung di Irlandia dan Skotlandia.

"Manajer selalu menyuruh kami keluar dari bus saat sedang di atas kapal ferry, kami sempat berpikir jika Green Day tak perlu melakukan hal-hal terpaksa seperti itu," tambah Hogdson seperti dilansir oleh Music-News.

"Tapi kami salah, ternyata mereka malah sudah duduk duluan di kafe, dan berperilaku biasa saja, tak ada yang aneh-aneh," tandasnya seakan terheran-heran dengan perilaku 'biasa' dari sang rock star. (m-news/bar)

Muse Umumkan Judul Album Terbaru Mereka

Muse baru saja mengumumkan judul yang akan mereka pakai untuk album terbaru mereka nanti. THE RESISTANCE adalah judul yang akan dipakai dan album ini akan mereka luncurkan pada bulan September nanti. Seperti yang sempat disinggung Matt Bellamy sebelumnya, album ini akan berisi materi klasik dengan sentuhan orkestra.

Sejauh ini belum ada judul lagu yang akan dipasang dan berapa track yang akan menghiasi album kelima Muse ini. Yang jelas Muse akan menjadi produser dari album ini sementara soal mixing dikerjakan oleh Mark 'Spike' Stent yang juga sempat mengerjakan album beberapa band lain termasuk Oasis dan Radiohead.

"Saya mengerjakan sendiri orkestrasi dari komposisi ini dan itu memakan waktu yang cukup lama," ujar Bellamy mengomentari soal orkestrasi dalam album baru ini. Proses rekaman mereka lakukan di Lake Como dan Milan, Italia dan dikabarkan sudah mendekati proses finishing. Music News juga memberitakan bahwa Muse akan segera menggelar tur keliling Eropa setelah musim panas ini. (mus/roc)

Kuburan Band

Kuburan Band adalah salah satu band pendatang baru yang mampu tampil beda. Mulai dari penampilan panggung yang tak biasa dan lirik lagu yang sederhana, membuat Kuburan Band lebih cepat mendapat tempat di hati masyarakat.


Kuburan Band didirikan pada 11 September 2001 di Bandung. Para personel Kuburan Band adalah kumpulan mahasiswa UNPAR yang terdiri dari, Isdintomadi (Dino) sebagai drumer, Raka Aulintcra (Raka) sebagai gitaris, Muhamad Riski Maulana (Udhe) sebagai keyboardis, Deni Rahnmat Ramdani (Deny) sebagai bassist, Priya Anopanji (Priya) sebagai vokalis, dan Dani Akbar (Dani) sebagai gitaris.

Setelah 'kenyang' pengalaman manggung, maka pada 2003 Kuburan Band berinisiatif membuat konsep rekaman. Pada 2006, band yang telah terkenal se-Jawa Barat sejak 2005 ini mengeluarkan album indie yang berjudul GREATEST HITS VOL. 2.

Pada 2007, pertemuan Kuburan Band dengan Levy The Fly yang akhirnya menjadi eksekutif produser berhasil menghasilkan sebuah mini album elektrik di bawah label Waybe Music Indonesia.

Di 2009, Kuburan Band yang memiliki motto cukup unik, yakni jauhi narkoba utamakan keluarga, budayakan bersedekah minimal donor darah dan brutal tapi takwa ini akhirnya merilis album BOOMING dengan single andalan Lupa-Lupa Ingat.

Senin, 25 Mei 2009

Slank Tolak Kampanye Pilpres Demi Fans

Grup band Slank kembali memegang komitmennya untuk tidak mendukung salah satu kandidat calon presiden, agar tidak membuat bingung dan mengecewakan para pendukungnya.

"Memang tawarannya besar, bahkan banyak yang sampai mengancam agar Slank bersedia ikut meramaikan kampanye Pilpres. Namun kami tolak semuanya demi kebaikan para fans Slank," kata vokalis Slank, Kaka dan penabuh drumnya, Bimbim, di Kuala Lumpur, Senin (25/5).

Usai konser 'Rhythm of Unity' di Bukit Jalil, Selangor, Kaka dan Bimbim mengatakan mereka lebih baik kabur ke Lombok dan bersembunyi di sana jika terus menerus dikejar untuk ikut serta dalam kampanye.

"Kebiasaan kami memang lebih baik menghindar dan bersembunyi daripada diteror terus untuk ikut partisipasi kampanye," katanya.

Sejak lama Slank memiliki pendirian untuk menolak permintaan manggung mendukung salah satu calon atau salah satu partai politik karena hal itu akan membuat pecah-belah penggemarnya. (kpl/bun)

Minggu, 24 Mei 2009

Konser Slank dan Letto di Malaysia Kacau



Konser musik Indonesia-Malaysia yang menampilkan grup band kedua negara yakni Slank, Letto, Hujan, Estranged, dan Bunkface kacau karena seharusnya dimulai Sabtu (23/05) mulai jam 17 ternyata baru dimulai jam 22.30 di halaman parkir stadion Bukit Jalil, Selangor.

Konser yang ingin menyatukan musik dua negara bertetangga yang disponsori pertama kalinya oleh promotor Indonesia yakni Mahaka Entertainment dan Eblitz Communication kacau karena mulai jam 17.00 hari Sabtu itu lokasi penonton belum siap sama sekali, sound system sendiri tidak diberikan atap sehingga ketika hujan lebat terpaksa tidak bisa dipersiapkan.

Sekitar jam 21.00 lokasi untuk penonton baru disiapkan. Pagar setinggi pinggang disiapkan. Kemudian ditambah triplek agar lebih tinggi.

Sound sistem baru disetel dan akhirnya grup musik Malaysia, Bunkface, band pembuka, baru mulai konser sekitar jam 22.30. Disusul dengan grup musik Hujan, kemudian Letto. Letto sendiri baru tampil mulai jam 23.15 dan hanya membawa lima buah lagu yang dibawakan dengan irama dangdut karena banyak penontonnya adalah para TKI.

Setelah itu, tampil lagi grup band Malaysia, Estranged, kemudian disusul oleh Slank yang baru tampil jam 00.15. Baru tampil membawakan dua lagu Mars Slanker dan Ku Tak Bisa konser itu sudah ditutup karena izinnya hingga 12.30. Seluruh personil band segera diangkut ke dalam sebuah bus.

Para penonton sangat kecewa namun tidak menimbulkan kerusuhan. Mereka sudah membeli tiket 55 ringgit (Rp165.000) per orang, namun konser terlambat dan jumlah lagu yang dinyanyikan juga sedikit.

Presiden Mahaka Enterprise Hasani Abdulgani mengemukakan sangat kecewa dengan konser bertema Rhythm of Unity ini yang kacau akibat mitra bisnisnya Eblitz Communication Sdn Bhd kurang transparan dalam bisnis sehingga pemasok sound system dan lokasi penonton tidak menyiapkan segalanya dengan baik.

"Saya baru tahu Jumat malam seusai jumpa pers bahwa panggung, sound system dan lokasi penonton belum disiapkan pemasok akibat kekurangan uang. Sementara pembagian peran, Mahaka hanya berperan mendatangkan grup band Slank dan Letto, sementara Eblitz menyiapkan panggung, sound system, lokasi penonton dan pemasaran tiket," kata Hasani.

"Karena saya sudah mendatangkan Slank dan Letto ke Malaysia sudah tidak mungkin batalkan acara. Akhirnya, semuanya kami ambil alih," katanya.

"Persiapan panggung, sound system dan lokasi penonton kita cari pemasok lainnya. Mereka minta pembayaran tunai sementara saat itu sudah Sabtu dini hari dan semua bank tutup. Untungnya pemasok kedua ini punya istri warga Indonesia dan ada rekening BCA sehingga bisa dibayar tunai Sabtu siang," katanya.

Sementara itu, Direktur Eblitz Ignes Messyta mengatakan mohon maaf sekali atas kekacauan manajemen konser yang ini menyatukan musik Indonesia dan Malaysia dengan tema Rythm of Unity karena ada kesalahpahaman dengan pemasok pertama sehingga mereka tidak menyiapkan panggung, sound system, dan lokasi penonton sesuai rencana. (kpl/npy)